Sorotkeadilan.id-MAKASSAR — Sajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Biringkanaya, Makassar, memicu keluhan usai ditemukan buah pisang yang dinilai jauh dari kata layak konsumsi. Buah jenis pisang mas atau pisang pipit yang dibagikan kepada penerima manfaat tersebut didapati dalam kondisi rusak dan berukuran sangat kecil. (Pisang terkecil didunia).
Berdasarkan pantauan di lapangan, pisang yang disajikan hanya memiliki panjang sekitar 5 cm dengan diameter 2 cm. Selain ukurannya yang minim, kondisi fisik buah juga memprihatinkan karena sudah memar, kusam, dan bertekstur lembek.
Kondisi ini memicu keprihatinan terkait pengawasan mutu dan standar gizi makanan yang disalurkan dalam program tersebut. Buah yang seharusnya menjadi pelengkap gizi dan menyegarkan justru berpotensi membahayakan kesehatan jika sudah mengalami pembusukan.
Masyarakat dan orang tua penerima manfaat berharap pihak penyelenggara serta pengawas program MBG di Biringkanaya segera mengevaluasi katering atau vendor penyedia makanan. Pengawasan ketat terhadap kesegaran dan kelayakan bahan pangan sangat diperlukan agar tujuan utama program untuk memenuhi gizi anak dapat tercapai secara maksimal.
Pengawasan yang dilakukan adalah untuk mengoptimalkan manfaat program presiden Republik Indonesia yang penuh keprihatinan akan kualitas gizi anak-anak kita di Indonesia.
Salah satu presiden yang memperlihatkan kepedulian terhadap warganya atau masyarakatnya adalah bapak presiden Republik Indonesia jenderal Prabowo Subianto yang berencana akan menciptakan generasi emas dalam status gizi yang brilian untuk menciptakan generasi-generasi emas masa depan negeri ini.
Semoga program Pak Prabowo ini diridai oleh Allah subhanahu wa ta’ala supaya kita semua dapat manfaat dari program brilian beliau di negeri yang tercinta ini.
Penulis dengan ID ada pada redaksi….
