Oplusoplus_8388642

​Sorotkeadilan.id-MAKASSAR — Pembelajaran praktikal terus diperkuat di lingkungan Pendidikan Tinggi Vokasi Kesehatan. Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar (Poltekkes Kemenkes Makassar) kembali menyelenggarakan kegiatan praktikum intensif bagi mahasiswa tingkat pertengahan di Laboratorium Kimia Analisis Farmasi. Pembelajaran praktis kali ini berfokus pada pengujian kualitatif dan kuantitatif senyawa eksipien farmasi, khususnya karbohidrat jenis disakarida: laktosa dan sukrosa.

​Kedua jenis gula ini memiliki peran yang sangat krusial dalam formulasi sediaan farmasi. Laktosa umumnya dimanfaatkan sebagai bahan pengisi (filler) pada sediaan tablet dan kapsul karena sifat alirnya yang baik serta kestabilan kimianya. Sementara itu, sukrosa sering diaplikasikan sebagai pemanis, pengikat (binder), serta pembentuk sirup (sirupus simplex) dalam obat cair anak. Pengujian ini penting dilakukan untuk memastikan mutu bahan baku obat sesuai dengan standar Farmakope Indonesia.

Rangkaian Uji Kualitatif di Laboratorium. Di dalam ruangan Laboratorium Kimia Analisis Farmasi Poltekkes Makassar yang dilengkapi fasilitas pendingin dan peralatan keselamatan kerja modern, para mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok praktikum. Di bawah bimbingan dosen pengampu dan pranata laboratorium pendidikan (PLP), mahasiswa melakukan serangkaian identifikasi kimia spesifik untuk membedakan gugus fungsi dan sifat reduksi dari laktosa dan sukrosa.

​Langkah pertama diawali dengan Uji Molisch sebagai uji umum karbohidrat. Sebanyak beberapa mililiter larutan sampel direaksikan dengan reagen \alpha-naftol dalam alkohol, kemudian dialirkan asam sulfat pekat (\text{H}_2\text{SO}_4) secara perlahan melalui dinding tabung reaksi. Pembentukan cincin berwarna ungu pada batas dua lapisan cairan mengonfirmasi keberadaan karbohidrat pada kedua sampel tersebut.

​Tahap berikutnya adalah membedakan sifat pereduksi antara laktosa dan sukrosa menggunakan Uji Fehling dan Uji Benedict.

  • ​Laktosa merupakan gula pereduksi karena memiliki gugus hemiasetal bebas pada unit glukosanya. Saat dipanaskan dengan reagen Fehling A dan B maupun reagen Benedict, larutan laktosa menghasilkan endapan merah bata (\text{Cu}_2\text{O}) akibat reduksi ion tembaga(\text{II}) menjadi tembaga(\text{I}).
  • ​Sukrosa, di sisi lain, merupakan disakarida non-pereduksi karena ikatan glikosidanya melibatkan kedua karbon anomerik dari glukosa dan fruktosa. Hasil Uji Fehling dan Benedict pada sukrosa tetap menunjukkan warna biru (negatif), kecuali jika sukrosa terlebih dahulu dihidrolisis menggunakan asam encer dan pemanasan.

​Untuk pemastian lebih lanjut, mahasiswa juga menguji sampel menggunakan Uji Barfoed untuk memisahkan monosakarida dari disakarida pereduksi, serta Uji Seliwanoff khusus untuk mendeteksi gugus ketosa (fruktosa) yang terhidrolisis dari sukrosal.

Penegasan Kualitas dan Penguasaan Instrumen. Pengujian di Laboratorium Kimia Analisis Farmasi Poltekkes Makassar tidak hanya berhenti pada reaksi tabung bertitik perubahan warna. Mahasiswa juga dibekali pemahaman mengenai penggunaan instrumen analitis mutakhir, seperti spektrofotometri UV-Vis dan polarimetri, guna mengukur kadar serta derajat rotasi optis dari masing-masing senyawa.

​Ketua Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar menekankan bahwa kemampuan analitis ini merupakan modal dasar penting bagi calon tenaga vokasi farmasi. Pemahaman yang mendalam mengenai sifat fisikokimia eksipien seperti laktosa dan sukrosa akan sangat menentukan kualitas produk obat saat mahasiswa bekerja kelak di industri farmasi, Lembaga Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), maupun laboratorium pengujian mutu instansi pemerintah.

​Praktikum yang berlangsung selama kurang lebih empat jam tersebut berjalan dengan tertib dan mematuhi standar Good Laboratory Practice (GLP). Melalui kegiatan laboratorium yang terstruktur ini, Poltekkes Kemenkes Makassar terus membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan farmasi yang kompeten, terampil, dan siap menjawab tantangan di dunia kerja kesehatan.

Ditulis oleh Rusdiaman Dosen Jurusan Farmasi Poltekkes Makassar

Tajuddin A. Dosen Jurusan Farmasi Poltekkes Makassar