Sorotkeadilan.id,-Makassar-Kesehatan gigi dan mulut memainkan peran penting dalam pencernaan makanan. Perawatan gigi yang dimulai sejak dini sangat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan. Karies gigi, yang sering terjadi pada anak usia dini, dapat mengakibatkan gigi menjadi keropos, patah, dan bahkan mempengaruhi pertumbuhan. Pengetahuan ibu tentang kesehatan gigi, kebiasaan menggosok gigi, dan pola konsumsi makanan manis berperan dalam terjadinya karies. Faktor lain termasuk interaksi gigi-saliva, bakteri di mulut, makanan karbohidrat, dan waktu. Pencegahan dan penanganan karies gigi melibatkan mengurangi bakteri kariogenik dan menciptakan kondisi untuk proses remineralisasi, seperti restorasi gigi atau penambalan. Karies gigi pada anak-anak di Kelurahan Tidung, Makassar, adalah masalah kesehatan yang serius. Ketersediaan layanan kesehatan gigi yang terbatas dan kurangnya pengetahuan mengenai perawatan gigi menjadi tantangan.
Program deteksi dini ini akan melibatkan tenaga kesehatan, guru, orang tua, dan siswa untuk menciptakan kesadaran dan meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan gigi. Dengan fokus pada pendekatan preventif, diharapkan angka karies gigi pada anak-anak SD di Kelurahan Tidung dapat dikurangi, meningkatkan kualitas hidup di komunitas tersebut.
Masalah utama yang dihadapi mitra meliputi kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang perawatan gigi, akses terbatas terhadap layanan kesehatan gigi, tingginya angka karies gigi, dan kesulitan dalam mendeteksi masalah gigi secara dini.
Program ini bertujuan untuk menyediakan solusi holistik dengan melibatkan semua pihak terkait untuk meningkatkan deteksi dini karies gigi dan kesadaran akan pentingnya perawatan gigi di antara siswa di Kelurahan Tidung.
Untuk mengatasi permasalahan deteksi dini karies gigi pada siswa di Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Makassar, disarankan beberapa solusi. Pertama, melakukan program penyuluhan rutin kepada siswa, orang tua, dan tenaga pendidik untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan gigi. Kedua, mengadakan pemeriksaan gigi rutin di sekolah oleh tenaga kesehatan gigi. Ketiga, berkoordinasi dengan pihak terkait untuk meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan gigi. Keempat, melibatkan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan peran serta dalam perawatan gigi siswa. Kelima, memanfaatkan teknologi untuk memberikan informasi dan pengingat tentang perawatan gigi. Terakhir, melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan keberhasilan program.
Target capaian meliputi peningkatan pengetahuan siswa tentang kesehatan gigi, pemeriksaan karies gigi rutin, pengajaran praktik kebersihan gigi, partisipasi guru dan orang tua, penyediaan layanan kesehatan gigi, pengembangan materi edukasi, pengumpulan data prevalensi karies gigi, perubahan perilaku, advokasi kesehatan gigi, dan evaluasi dampak kegiatan secara berkala. Diharapkan target-target ini dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan gigi siswa di Kelurahan Tidung. Metode pengabdian meliputi tahap persiapan dengan survei awal, pengurusan administrasi, dan penyusunan materi.
Tahap pelaksanaan mencakup survei, penyuluhan, pemeriksaan gigi, dan penanganan. Evaluasi pengetahuan dan keterampilan khalayak sasaran dilakukan untuk memantau efektivitas program. Partisipasi mitra meliputi menentukan waktu penyuluhan, memfasilitasi lokasi penyuluhan, informasi kepada masyarakat, dan membantu koordinasi peserta. Evaluasi dan keberlanjutan program menjadi fokus penting : dalam memastikan efektivitas jangka panjang kegiatan.
LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT PEMERIKSAAN DETEKSI DINI KARIES GIGI PADA SISWA DI KELURAHAN TIDUNG, KECAMATAN RAPPOCINI MAKASSAR
Oleh Tim :
Dr. drg. Hans Lesmana, M.Kes., Dr. drg. Hans Lesmana, M.Kes., Agus Supriatna, SKM.,.M.Kes., drg. Rini Irmayanti Sitanaya, drg. Ernie Thioritz
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR 2026
Ditulis oleh. apt. Rusdiaman. S.Si.,M.Si. dosen Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar
