Sorotkeadilan.id-MAKASSAR — Sebuah cerita unik dan menggelitik perhatian publik datang dari dinamika antrean BBM di Kota Makassar. Pengalaman melelahkan di tengah antrean panjang memicu deretan pengeluaran tak terduga yang totalnya secara berseloroh dianggap mirip “harga BBM termahal”.
Peristiwa ini bermula ketika seorang warga (id-RA) harus bertahan berjam-jaman di dalam antrean kendaraan. Karena kondisi fisik yang menurun akibat kelelahan dan paparan dingin jam 24.00, warga tersebut sempat mengalami sakit hingga muntah sebanyak tiga kali.
Tak sanggup melanjutkan antrian hingga 5 jam setelah 3 jam lebih lalu dia pulang ke hotel terdekat untuk menyelamatkan diri dan belum mengisi BBM, ia akhirnya memutuskan untuk mencari tempat beristirahat dan check-in di Hotel Unhas dengan tarif standar sebesar Rp450.000 per malam. Jika diakumulasikan dengan pembelian tiga liter Pertalite seharga Rp40.000, total biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan bahan bakar malam itu secara kiasan menembus angka fantastis: Rp490.000 per tiga setengah liter.
Fakta Sebenarnya di Lapangan. Harga Resmi: Tarif resmi Pertalite di seluruh SPBU Makassar tetap stabil di angka Rp10.000 per liter. Perbandingan Global: Secara statistik resmi, harga BBM tertinggi di dunia masih dipegang oleh Hong Kong dengan harga melebihi Rp50.000 per liter di tingkat resmi.
Kasus ini merupakan fakta nyata dengan keterkaitan yang berentetan dengan yang terjadi di lapangan bahwa seharusnya mengeluarkan uang Rp. 490.000 karena berjuang dapat 3.67 liter. Ini terjadi akibat kelelahan antrian lama berakibat sakit dan paling dekat adalah hotel Unhas untuk menyelamatkan diri dan kecukupan bensin motor.
Ditulis Oleh : Rusdiaman. Korban antrian panjang BBM di Makassar.

