GridArt 20260916

Sorotkeadilan.id-GOWA — Ajang perkemahan kolaborasi Palang Merah Indonesia (PMI) dan Palang Merah Remaja (PMR) dalam kegiatan bertajuk Teratai Chapter XII Humanara resmi berakhir dengan sukses pada Minggu, 13 September 2026. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, sejak 9 hingga 13 September 2026 ini, dipusatkan di kawasan bersejarah Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

​Ratusan anggota PMR dari berbagai kontingen tingkat SLTP dan SLTA se-Sulawesi Selatan memadati lokasi perkemahan untuk mengasah keterampilan kepalangmerahan, menguatkan tali persaudaraan, serta bersaing secara sportif dalam berbagai cabang lomba yang disiapkan oleh panitia pelaksana.

Wadah Pembentukan Karakter Kemanusiaan. Mengusung tema “Humanara”, ajang Teratai Chapter XII tahun ini dirancang untuk menggembleng jiwa kemanusiaan, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan para relawan muda. Selama perkemahan, para peserta tidak hanya dituntut mahir dalam penguasaan materi teknis pertolongan pertama, tetapi juga dilatih dalam kepemimpinan, kerja sama tim, dan kepedulian sosial.

​Beberapa cabang perlombaan dan kegiatan utama yang diadakan meliputi:

Pertolongan Pertama (PP): Uji ketangkasan penanganan cedera dan situasi darurat. Ayo Siaga Bencana (ASB): Simulasi mitigasi dan evakuasi bencana alam. Perawatan Keluarga (PK): Edukasi dan praktik perawatan kesehatan berbasis keluarga. Pertendaan dan Dapur Umum: Kedisiplinan manajemen perkemahan serta kreativitas tata kelola tenda. 4Malam Keakraban dan Seni: Wadah pementasan bakat seni antar-kontingen untuk mempererat persahabatan.

​Ketua panitia pelaksana menyampaikan bahwa pemilihan Benteng Somba Opu sebagai lokasi kegiatan bertujuan untuk memadukan edukasi kemanusiaan dengan wawasan sejarah kebudayaan lokal. Suasana perkemahan yang asri dan penuh nilai sejarah memberikan pengalaman tersendiri bagi seluruh peserta dalam membangun semangat kebersamaan.

Hasil Akhir dan Dominasi Kontingen Madrasah. Setelah melalui serangkaian babak penilaian yang ketat dan transparan dari dewan juri profesional PMI, pengumuman pemenang serta penutupan resmi digelar pada Minggu sore. Puncak acara ditandai dengan penyerahan piala bergilir bagi pemenang Juara Umum di tingkatan masing-masing.

​Untuk kategori SLTA (PMR Wira), posisi Juara Umum berhasil diraih oleh MAN 3 Makassar (disebut juga MTsN/Madrasah kontingen tingkat aliyah/SLTA). Penampilan konsisten di hampir seluruh cabang lomba—terutama kategori Pertolongan Pertama dan Pasang Bongkar Tenda—menjadi kunci keberhasilan MAN 3 Makassar menyingkirkan belasan kontingen unggulan lainnya.

​Sementara itu, untuk kategori SLTP (PMR Madya), MTsN 2 Makassar sukses keluar sebagai Juara Umum. Kontingen MTsN 2 Makassar tampil dominan pada cabang lomba Pertolongan Pertama, Kesiapsiagaan Bencana, serta dinilai paling disiplin sepanjang perkemahan berlangsung.

Apresiasi dan Harapan Masa Depan.  Kepala Pembina PMR dari kontingen MTsN 2 Makassar mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian para siswa. Menurutnya, piala Juara Umum ini merupakan buah dari latihan intensif yang dilakukan selama beberapa bulan sebelum kegiatan dimulai.

​“Anak-anak telah berjuang keras, latihan tanpa kenal lelah, dan menjaga kedisiplinan sejak hari pertama perkemahan. Kemenangan ini bukan akhir, melainkan motivasi untuk terus menebar manfaat kemanusiaan di lingkungan sekolah dan masyarakat,” ujarnya setelah penyerahan piala.

Hal senada disampaikan oleh perwakilan pengurus PMI yang menutup acara secara resmi. PMI memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pangkalan dan pembina yang terus konsisten membina generasi muda melalui wadah PMR. Teratai Chapter XII Humanara diharapkan terus menjadi agenda rutin bertaraf regional untuk mencetak kader-kader relawan masa depan yang tangguh, tanggap, dan berjiwa sosial tinggi.

​Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama, pembongkaran tenda secara gotong royong, serta pembersihan area Benteng Somba Opu sebagai wujud komitmen para peserta dalam menjaga kelestarian lingkungan dan cagar budaya.

Ditulis oleh : Rusdiaman, penggiat organisasi+organisasi kemahasiswaan dan masyarakat.