IMG 20260819 WA0071

Luka ringan pada anak-anak dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Perawatan yang tepat  pada awal kejadian dapat mempengaruhi proses penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi. Di Indonesia, luka ringan merupakan masalah kesehatan umum, terutama pada anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Anak-anak membutuhkan perawatan cepat untuk mengurangi rasa  sakit, menghentikan perdarahan, dan mencegah infeksi. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam pertolongan pertama dapat menyebabkan komplikasi serius. Oleh karena itu, penting bagi siswa, guru, dan orang tua untuk memahami cara menangani luka ringan.

Edukasi tentang perawatan luka ringan dapat mencegah infeksi dan mempercepat  penyembuhan, memungkinkan anak-anak kembali beraktivitas. Pendidikan dan pelatihan mengenai perawatan luka ringan sangat penting di sekolah dasar, di mana cedera ringan sering terjadi. Staf sekolah harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama, termasuk pembersihan luka, pembalutan, dan mengenali tanda-tanda cedera serius.

Program edukasi dan perawatan luka ringan di SD Gunungsari di Makassar bertujuan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan guru, siswa, dan orang tua dalam menangani luka ringan. Program ini juga mendorong kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pihak terkait untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan anak-anak. Partisipasi aktif orang tua dalam kegiatan edukasi dan pelatihan diharapkan dapat membantu menerapkan pengetahuan yang diperoleh di rumah.

Program ini berpotensi menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di Makassar dan daerah  lainnya. Edukasi kesehatan di sekolah dapat menjangkau komunitas yang lebih luas, dengan anakanak menjadi agen perubahan dalam keluarga mereka. Dengan kolaborasi yang baik, program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi generasi mendatang, serta membangun fondasi yang kuat untuk kesehatan anak-anak di masa depan.

Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi kurangnya pengetahuan siswa tentang perawatan luka ringan, minimnya fasilitas dan alat peraga untuk praktik, kurangnya kesadaran akan pentingnya kebersihan dan keamanan dalam aktivitas sehari-hari, serta kurangnya dukungan dan keterlibatan  guru dan orang tua dalam edukasi perawatan luka. Solusi yang ditawarkan mencakup penyuluhan interaktif, penggunaan media audiovisual, penyediaan modul panduan, pengadaan peralatan P3K, pelatihan praktik, dan penyediaan kit P3K di setiap kelas. Selain itu, integrasi materi kebersihan dan  keamanan, kampanye kebersihan, pembentukan tim kebersihan, sesi edukasi untuk guru dan orang  tua, serta program monitoring dan evaluasi juga diusulkan untuk meningkatkan efektivitas edukasi perawatan luka.

Program pengabdian masyarakat rencana akan dilaksanakan di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, antara Maret – September 2026. Luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah jurnal nasional, publikasi di koran, dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat.

LAPORAN AKHIR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PROGRAM KEMITRAAN WILAYAH (PKW)

EDUKASI DAN PERAWATAN LUKA RINGAN PADA ANAK SD GUNUNG SARI DI KELURAHAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR.

Oleh tim :

Sri Angriani, SKM.,S.Kep., M.Kes/ NIDN. 4022067601

Ratnasari Dewi S.Si, M.Kes/ NIDN. 4023017101

JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR  TAHUN 2026

Ditulis oleh : apt. RusdIaman, SSi ,M.Si. Dosen Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar.