Sorotkeadilan.id-Makassar-Pengembangan produk susu dari limbah biji-bijian sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan gizi ibu dan anak sambil mengurangi limbah organik dari proses produksi biji-bijian. Biji-bijian merupakan sumber nutrisi yang kaya akan protein, serat, vitamin, dan mineral namun seringkali diabaikan dalam pengolahan makanan. Produk susu dari limbah biji-bijian memberikan alternatif sehat bagi mereka yang memiliki alergi terhadap susu hewani atau produk susu lainnya.

Beberapa jenis biji-bijian seperti kedelai, nangka, durian, cempedak, dan lamun telah terbukti dapat diolah menjadi susu nabati yang kaya nutrisi. Susu dari biji-bijian ini kaya akan protein dan nutrisi penting lainnya seperti kalsium, vitamin D, vitamin B12, dan asam lemak omega-3. Konsumsi susu dari biji-bijian dapat membantu menjaga kesehatan jantung, tulang, pencernaan, dan otak, serta menjadi opsi sehat bagi mereka yang memiliki alergi terhadap susu hewani.

Dengan demikian, pengembangan produk susu dari limbah biji-bijian merupakan langkah penting dalam mendukung kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Permasalahan mitra masyarakat mencakup keterbatasan akses terhadap sumber gizi berkualitas, masalah penanganan limbah biji-bijian, tantangan terkait kualitas produk dan kepatuhan standar, kurangnya edukasi dan kesadaran masyarakat tentang manfaat susu biji-bijian, serta kurangnya pengetahuan dalam pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah. Selain itu, permasalahan kesehatan ibu dan anak yang rentan akibat kurangnya asupan gizi serta keterbatasan ekonomi juga menjadi fokus. Tantangan lainnya meliputi keterlibatan staf dan tenaga kerja yang terlatih dalam mengembangkan produksi susu dari limbah biji-bijian.

Dengan mengidentifikasi permasalahan-permasalahan ini, diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat dapat memberikan solusi yang relevan dan bermanfaat bagi mitra masyarakat dalam meningkatkan kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan mereka. Melalui upaya kolaboratif dan edukasi yang efektif, pengabdian ini bertujuan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh masyarakat terkait akses terhadap gizi berkualitas dan pengelolaan limbah, serta meningkatkan pemahaman akan manfaat susu biji-bijian untuk kesehatan ibu dan anak. Dengan demikian, pengabdian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam upaya meningkatkan kondisi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat yang dilibatkan.

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Maret – Agustus 2026 mulai dari penjajakan, perizinan, dan pelaksanaan kegiatan.

Luaran dan target pada pengabdian ini berupa produk susu yang aman dikonsumsi, peningkatan gizi pada ibu dan anak, dan kampanye edukasi untuk kesadaran gizi yang berkelanjutan. Program juga mencakup modul pengabdian dan peningkatan pemahaman serta keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah dan mengonsumsi produk gizi.

         Partisipasi mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat untuk membuat susu dari limbah biji-bijian melibatkan kelompok wanita, lembaga pendidikan dan penelitian untuk dukungan ilmiah dan pelatihan teknis, serta masyarakat lokal dalam produksi dan pemasaran produk. Kolaborasi ini meningkatkan rasa memiliki dan keberlanjutan program, memastikan partisipasi luas, dan meningkatkan dampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan

LAPORAN AKHIR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PROGRAM PENGEMBANGAN DESA MITRA (PPDM)

Oleh TIM :

  1. Sunarto, S.ST, M.Kes,
  2. Sitti Sahariah Rowa, S.SiT, M.Kes

JURUSAN GIZI POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR 2026

Ditulis oleh : apt. Rusiamin, SSi.,M.Si. dosen Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar