IMG 20260920

Sorotkeadilan.id-Makassar — Upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme terus dilakukan melalui penataan sistem dan penguatan hukum. Namun, selain penegakan hukum positif di dunia, kesadaran spiritual berupa rasa takut akan hisab akhirat dinilai sebagai benteng moral paling krusial bagi para pemegang jabatan publik.

jika pemakan jabatan sebelum memangku jabatan tertentu, disumpah sesuai agama masing-masing secara seremonial. Dalam hal ini tidak akan memberi dampak terhadap tindakan dan putusan yang akan dilakukan setelah memutuskan sesuatu agenda kepentingan masyarakat. Pada dasarnya, sumpah jabatan dengan takut pada hisab di akhirat nanti. Hal ini berdampak pencuri pada meja pemerintahan akan tamat. Dilain sisi aturan eksekusi hukuman gantung bagi koruptor direalisasikan dilapangan, bukan teori ancaman saja.

​Sistem pengawasan manusia selengkap apa pun tetap memiliki celah. Oleh karena itu, pengawasan internal berupa kesadaran bahwa setiap keputusan, kebijakan, dan penggunaan uang rakyat akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan menjadi kunci utama dalam mencegah tindakan koruptif sejak dari pikiran.

Mengubah Orientasi Jabatan. Jabatan publik sering kali dipandang sebagai fasilitas atau kekuasaan. Padahal, dalam kacamata etika agama, jabatan adalah amanah berat yang berdampak langsung pada kehidupan setelah kematian.

​Ketika seorang pejabat menanamkan rasa takut akan hisab:

  • ​Penggunaan anggaran negara dilakukan secara transparan dan berhati-hati.
  • ​Penyalahgunaan wewenang dapat ditekan karena adanya rasa diawasi secara mutlak (muraqabah).
  • ​Orientasi kepemimpinan bergeser dari mencari keuntungan pribadi menjadi pengabdian penuh kepada masyarakat.

Pengawasan hukum duniawi penting untuk menindak, tetapi kesadaran akan hisab akhirat berfungsi mencegah sebelum niat curang itu tereksekusi.”

Sinergi Hukum dan Kesadaran Spiritual. Memperkuat kesadaran spiritual bukan berarti mengabaikan instrumen hukum formal. Kedua hal ini harus berjalan beriringan. Pemerintahan yang bersih hanya bisa terwujud jika pengawasan sistemik yang ketat berpadu dengan kepemimpinan yang memiliki tanggung jawab moral hingga ke akhirat.

Ditulis oleh : Rusdiaman, inovator solusi untuk keluar dari cengkraman pencuri kelas kakap di negeri tercinta ini.