Oplusoplus_34

​Sirotkeadilan.id-MAKASSAR-Dalam upaya memperkuat keterampilan teknis laboratorium sesuai standar akademik vokasi, mahasiswa Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Makassar melaksanakan praktikum analisis kuantitatif sediaan obat. Kegiatan yang berlangsung di laboratorium sederhana kampus ini berfokus pada penentuan kadar asetosal (asam asetilsalisilat) menggunakan metode titrasi volumetri.

​Pengujian ini menggunakan teknik titrasi asam-basa (alkalimetri) untuk mengukur konsentrasi zat aktif dalam tablet aspirin/asetosal secara presisi: Prinsip Pengujian, Reaksi netralisasi antara gugus asam karboksilat pada molekul asetosal dengan larutan baku sekunder Natrium Hidroksida (\text{NaOH}). Indikator Titik Akhir, Penggunaan indikator fenolftalein (PP) yang menunjukkan perubahan warna larutan dari bening menjadi merah muda konstan pada titik ekuivalen.

Prosedur Kerja, Sampel tablet digerus halus, dilarutkan dalam etanol netral untuk mencegah hidrolisis, kemudian dititrasi dengan larutan \text{NaOH} yang telah dibakukan.

​Dosen pembimbing praktikum menegaskan bahwa penguasaan metode titrasi konvensional tetap menjadi fondasi kritis dalam pendidikan vokasi farmasi. Meskipun industri medis modern banyak menggunakan instrumen canggih seperti HPLC, pemahaman mendasar mengenai stoikiometri, kurva titrasi, dan ketelitian penimbangan dalam volumetri menjadi pilar utama pembentukan standard operating procedure (SOP) yang valid.

​Melalui simulasi uji mutu sediaan farmasi ini, Poltekkes Kemenkes Makassar terus berkomitmen melahirkan tenaga vokasi kesehatan yang kompeten, teliti, dan siap memenuhi standar kualitas industri farmasi maupun pengawasan mutu di rumah sakit.

Ditulis Oleh : apt. Rusdiaman, SSi.,M.Si, dosen jurusan farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar

Dwi syahfitra Ramadan. S.Farm.,M.S.Farm. dosen jurusan farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar