Sorotkeadilan.id-JENEPONTO – Ribuan mahasiswa/wi Praktik Kerja Lapangan (PKL) Terpadu dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Makassar menerjunkan tim khusus ke kawasan terdampak di Kabupaten Jeneponto. Kegiatan ini berfokus pada penanganan lintas sektor terhadap penanggulangan Tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi dengan pencegahan serta penurunan angka prevalensi stunting di wilayah tersebut.
Pendekatan kolaboratif ini menggabungkan berbagai disiplin ilmu kesehatan, mulai dari Farmasi, Bidan. Kesehatan Gigi, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, hingga Kesehatan Lingkungan dan Teknologi Laboratorium Medis. Mahasiswa menyisir pemukiman warga untuk skala prioritas utama untuk mendeteksi dini kasus TBC sekaligus memantau status gizi balita yang berisiko stunting.
Fokus dan Terobosan Program Kerja. Skrining Kesehatan Integratif: Pemeriksaan fisik serta deteksi gejala TBC dilakukan secara door-to-door pada keluarga yang memiliki balita terindikasi stunting. Intervensi Gizi dan Pendampingan Obat: Pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) berbasis pangan lokal disandingkan dengan pemantauan kepatuhan minum obat bagi penderita TBC di tingkat rumah tangga. Edukasi Sanitasi Rumah Tangga: Penyuluhan interaktif mengenai pentingnya sirkulasi udara dan pencahayaan matahari di rumah guna membunuh bakteri Mycobacterium tuberculosis sekaligus menekan risiko infeksi berulang pada balita.
Keterkaitan antara infeksi kronis seperti TBC dan kejadian stunting menjadi alasan utama pemetaan program ini. Infeksi TBC yang tidak terdeteksi pada anak maupun anggota keluarga serumah sering kali menjadi penyebab tersembunyi (underlying cause) gagal tumbuh pada balita akibat penyerapan nutrisi yang terganggu.
Melalui program terpadu ini, Poltekkes Kemenkes Makassar berharap dapat mempercepat penurunan angka TBC dan stunting secara signifikan di Kabupaten Jeneponto melalui aksi nyata tenaga kesehatan muda di tengah masyarakat.
Oleh : Rusdiaman pemerhati kesehatan nasional
Dwi Syahfitra Ramadhan Pemerhati kesehatan NKRI
