Sorotkeadilan.id-MAKASSAR — Dalam praktikum ilmu resep dan kimia farmasi, timbangan analitik menjadi instrumen mendasar bagi mahasiswa Program Studi D3 Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar. Alat instrumen berpresisi tinggi ini digunakan untuk mengukur bobot bahan obat aktif maupun eksipien dalam satuan miligram (mg) secara akurat.
Ketelitian penimbangan sangat menentukan dosis, mutu, dan keamanan sediaan obat yang dihasilkan. Selisih penimbangan dalam hitungan miligram dapat memengaruhi efikasi terapi atau bahkan berisiko menimbulkan efek toksik bagi pasien. Oleh karena itu, penguasaan teknik menimbang dengan timbangan analitik menjadi kompetensi wajib sejak semester awal.
Prosedur Penimbangan Bahan Obat.
Mahasiswa diajarkan untuk menjalankan tahapan pengukuran secara sistematis demi menjaga presisi data:
- Waterpass & Kalibrasi: Memastikan posisi alat seimbang menggunakan indikator gelembung air (waterpass), lalu menyalakan dan melakukan tare (nol auto).
- Pengondisian Lingkungan: Memastikan pelindung kaca tertutup rapat guna menghindari gangguan aliran udara, kelembapan, maupun getaran.
- Penimbangan Bahan: Menggunakan wadah penimbang (kaca arloji/perkamen), lalu menambahkan zat aktif sedikit demi sedikit menggunakan spatel hingga angka digital stabil pada bobot target mg.
- Pembersihan Alat: Membersihkan piringan timbangan dengan kuas khusus setelah selesai guna mencegah kontaminasi silang antar-bahan.
Penguasaan alat ini menjadi dasar penting bagi mahasiswa D3 Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar dalam mencetak tenaga ahli madya farmasi yang profesional dan kompeten di dunia kerja kesehatan.
Oleh : Rusdiaman, dosen Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar
Tajuddin Abdullah. dosen Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar

