Sorotkeadilan.id, BANJARMASIN – Luasnya bentangan Sungai Barito tidak hanya menjadi jalur navigasi transportasi air di Kalimantan Selatan, tetapi juga menjadi ladang penghidupan yang menjanjikan. Di luar kepopuleran Pasar Terapung yang sudah mendunia, denyut kegiatan ekonomi di sepanjang pinggiran Sungai Barito terus berdetak, memberikan penghidupan yang layak bagi puluhan ribu pelaku usaha lokal.
Laju perahu klotok dan lalu lalang kapal besar yang melintasi Barito menciptakan ekosistem bisnis unik yang saling bergantung satu sama lain.
Dari Galangan Kapal hingga Warung Terapung. Sektor usaha yang tumbuh di pinggiran Sungai Barito sangat beragam dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat perairan. Berbagai unit bisnis berkembang pesat di bantaran sungai, di antaranya: Jasa Perbaikan dan Pembuatan Perahu (Jukung/Klotok). Bengkel kayu tradisional hingga galangan kapal skala menengah menjadi tumpuan hidup para pengrajin lokal untuk melayani kebutuhan armada sungai.
Depo Logistik dan Perdagangan Sembako. Dermaga-dermaga rakyat menjadi titik distribusi barang kebutuhan pokok dari kota menuju wilayah pedalaman Kalimantan yang sulit dijangkau jalur darat.
Kuliner Khas Pesisir Sungai. Warung-warung makan di tepi air yang menyajikan hidangan lokal seperti Soto Banjar, Ikan Bakar Patin, dan Haruan menjadi persinggahan favorit para pekerja sungai dan wisatawan.
Jasa Transportasi Air. Pengemudi klotok dan buruh panggul dermaga menggantungkan pendapatan harian mereka dari tingginya mobilitas penumpang dan barang.
Menghasilkan Pendapatan yang Layak. Bagi para pelaku usaha di pinggiran Barito, bergantung pada alur sungai bukan lagi sekadar bertahan hidup, melainkan pilihan bisnis yang menguntungkan.
”Selama air Barito masih mengalir dan kapal-kapal masih melintas, rezeki itu selalu ada. Usaha warung dan pasokan barang untuk kapal di sini bisa mencukupi kebutuhan sekolah anak hingga membangun rumah,” ujar Rusli (48), salah satu pemilik usaha perbekalan kapal di kawasan pesisir Barito.
Tingginya aktivitas perdagangan dan industri di sepanjang koridor Barito membuat perputaran uang di kawasan ini terbilang cepat dan stabil, bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi nasional.
Sinergi Ekonomi dan Pelestarian Lingkungan. Keberlanjutan kawasan ekonomi perairan ini kini mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal. Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan alur sungai semakin meningkat, mengingat kualitas air Barito berbanding lurus dengan kelangsungan bisnis mereka.
Program penataan kawasan kumuh pesisir, perbaikan sarana tambat perahu, hingga pembinaan UMKM berbasis perairan terus digalakkan. Langkah ini dilakukan agar ekonomi pinggir Sungai Barito tidak hanya memberikan kehidupan yang layak hari ini, tetapi juga tetap berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Ditulis oleh
apt. Rusdiaman, S.SI., M.SI. Dosen Jurusan Farmasi Poltekkes Makassar.

