Sorotkeadilan.id-MAKASSAR — Panas terik matahari siang yang menyengat di kawasan Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar tak menyurutkan langkah ribuan umat Muslim untuk menunaikan ibadah salat Jumat. Berdiri megah di tepi pantai dengan latar pemandangan Selat Makassar, Masjid Asmaul Husna—atau yang lebih populer dikenal sebagai Masjid 99 Kubah—menjadi magnet spiritual baru bagi warga lokal maupun wisatawan yang tengah berkunjung ke Kota Daeng.
Sejak pukul 11.00 WITA, gelombang jamaah dari berbagai pelosok kota tampak sudah memadati pelataran masjid megah karya arsitektur spektakuler tersebut. Ada yang datang bersama rombongan keluarga, teman sejawat, hingga para pekerja kantoran di sekitar kawasan pesisir. Hembusan angin sepoi-sepoi khas pesisir pantai seolah membalur rasa lelah para jamaah, menyambut kedatangan mereka di tempat ibadah yang kini menjadi salah satu ikon kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan.
Lautan Jamaah dan Khutbah yang Menyejukkan Hati
Suasana di dalam ruang utama masjid terasa begitu dingin dan nyaman, berbanding terbalik dengan cuaca luar yang terik. Dinding dan interior yang didominasi warna-warna hangat serta kaligrafi Asmaul Husna menghadirkan nuansa spiritual yang sangat kental. Saat adzan pertama berkumandang, seluruh shaf di lantai utama hingga mezanin telah terisi penuh.
Dalam khutbah Jumat yang disampaikan oleh khatib, pesan-pesan moral mengenai pentingnya menjaga silaturahmi, meningkatkan rasa syukur, dan menebar kebaikan di tengah kehidupan bermasyarakat menjadi penyejuk hati. Khatib mengingatkan bahwa kemegahan fisik sebuah masjid hendaknya diimbangi dengan kemakmuran aktivitas ibadah dan kepedulian sosial umat di dalamnya.
Usai pelaksanaan salat Jumat dua rakaat secara berjamaah, doa bersama dilantunkan dengan penuh kekhusyukan. Banyak jamaah yang memilih untuk menepi sejenak, melantunkan zikir, membaca Al-Qur’an, atau sekadar beriktikaf menikmati ketenangan di dalam ruang masjid sebelum kembali ke rutinitas harian.
Berkah Ekonomi dan Kebersamaan Bagi Warga Sekitar
Namun, berkah salat Jumat di Masjid 99 Kubah tak berhenti pada aspek spiritual semata. Di luar bangunan masjid, hadir pemandangan lain yang tak kalah menyejukkan: bergeraknya roda ekonomi kecil dan tumbuhnya tradisi berbagi.
Fenomena “Jumat Berkah” hidup subur di sekitar area masjid. Sejumlah komunitas masyarakat, dermawan, hingga pengurus masjid tampak membagikan makanan dan minuman gratis kepada para jamaah usai ibadah. Berbagai hidangan, mulai dari nasi kotak, kue-kue tradisional khas Makassar, hingga es segar dibagikan secara tertib. Senyum sumringah terpancar dari wajah para jamaah, terutama para pekerja lapangan dan pengemudi transportasi online yang menyempatkan diri salat di sana.
”Alhamdulillah, salat Jumat di sini selalu membawa ketenangan. Selain tempatnya sangat indah dan adem, selalu ada berkah kebersamaan. Kita bisa beribadah dengan nyaman sekaligus merasakan hangatnya rasa kepedulian sesama lewat makanan gratis yang dibagikan warga,” ujar Daeng Nappa (42), salah seorang jamaah asal Tamalate.
Kehadiran ribuan jamaah setiap hari Jumat ini juga membawa dampak positif yang signifikan bagi para pedagang UMKM di sekitar kawasan CPI. Pedagang kuliner, penjual busana muslim, peci, hingga parfum shalat panen rezeki. Lapak-lapak pedagang kaki lima di sekitar jalan akses menuju masjid tampak ramai diserbu pembeli yang ingin mencari makan siang atau sekadar membawa buah tangan untuk keluarga di rumah.
Ikon Wisata Religi yang Menyatukan Umat
Masjid 99 Kubah di CPI Makassar kini bukan sekadar tempat ritual keagamaan, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat peradaban dan wisata religi yang inklusif. Bangunan dengan desain 99 kubah bernuansa cerah—merah, jingga, dan kuning—tersebut berhasil memadukan keindahan seni arsitektur modern dengan nilai-nilai keislaman yang luhur.
Kehadiran masjid ini terbukti mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang. Di pelataran masjid yang luas, usai salat Jumat, terlihat pemandangan indah di mana keluarga duduk bersantai menikmati pemandangan laut, anak-anak bermain dengan ceria, dan para jamaah saling menyapa dengan hangat.
Berkah salat Jumat di Masjid Asmaul Husna CPI Makassar menjadi bukti nyata bagaimana sebuah tempat ibadah mampu menghidupkan dua sisi kehidupan sekaligus: memberi kedamaian rohani bagi jiwa yang dahaga akan ketenangan, sekaligus menggerakkan roda perekonomian dan mempererat tali persaudaraan antar-sesama.
Oleh Rusdiaman, hamba Allah yang takut hanya Pada Allah SWT….
