Sorotkeadilan.id-JENEPONTO — Tanaman kelor (Moringa oleifera) semakin diminati warga Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, sebagai bahan pangan lokal serbaguna. Di tengah upaya peningkatan kesehatan masyarakat, olahan sayuran daun kelor kini diandalkan sebagai solusi alami terbaik untuk mencegah anemia, terutama bagi remaja putri dan ibu hamil.
Daun kelor dikenal memiliki kandungan zat besi (Fe) yang sangat tinggi. Nutrisi ini berperan penting dalam membantu pembentukan hemoglobin dan meningkatkan produksi sel darah merah secara signifikan. Selain zat besi, daun kelor juga kaya akan vitamin C, protein, dan antioksidan yang mengoptimalkan penyerapan zat besi di dalam tubuh.
Ketersediaan pohon kelor yang melimpah di pekarangan rumah warga Jeneponto memudahkan masyarakat mengonsumsinya setiap hari. Cara paling umum dan efektif yang diterapkan warga adalah mengolahnya menjadi sayur bening yang disajikan segar bersama hidangan keluarga.
Manfaat Utama Olahan Sayur Kelor:
Pertama.Meningkatkan Kadar Hemoglobin: Membantu mengembalikan stamina dan kadar hemoglobin bagi penderita kurang darah. Kedua. Nutrisi Alami Tanpa Bahan Kimia: Menjadi alternatif suplemen penambah darah alami yang mudah dicerna. Ketiga. Pencegahan Stunting: Asupan zat besi yang cukup pada ibu hamil dan anak-anak turut menekan risiko stunting sejak dini.
Petugas kesehatan setempat terus mendorong kesadaran warga agar memasukkan olahan kelor ke dalam menu harian. Pemanfaatan bahan pangan lokal ini dinilai sebagai langkah praktis, ekonomis, dan berkelanjutan dalam mewujudkan masyarakat Jeneponto yang lebih sehat dan bebas anemia.
Oleh : apt. Rusdiaman, S.Si.,M.Si. Dosen Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar.
