Sorotkeadilan.id-Makassar-Penerapan Hold relax dan friction terhadap penurunan nyeri pada Myofascial Pain Syndrome di Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya Makassar. Myofascial Pain Syndrome (MPS) adalah penyebab utama nyeri leher nonspesifik dan didefinisikan sebagai pembentukan nodul hiperiritabilitas pada pita otot yang kencang, yang mengakibatkan nyeri, disabilitas fungsional, dan penurunan rentang gerak. Titik pemicu myofascial (MTrP) memiliki prevalensi yang meningkat pada otot postural ekstremitas atas dan paling sering pada otot trapezius karena peran utamanya dalam mobilitas dan stabilitas leher. Titik pemicu di trapezius atas menyebabkan rasa sakit dan kehilangan fungsi dan menyebabkan perubahan otot vaskular, elektromiografi, dan metabolisme; oleh karena itu, diagnosis dan pengobatan yang tepat sangat penting.
Pengabdian masyarakat “Penerapan Hold relax dan friction terhadap penurunan nyeri pada Myofascial Pain Syndrome di Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya Makassar” merupakan tindak lanjut dari penelitian dengan judul pengaruh Hold relax dan friction terhadap penurunan nyeri, peningkatan ROM dan penurunan spasme otot pada Myofascial Pain Syndrome.Pengabdian masyarakat rencana diadakan bulan Maret – Septembet 2025. Intervensi yang akan diberikan pada penderita miofascial pain syndrome adalah Hold relax dan friction 1- 2 kali seminggu selama 4 kali intervensi atau sampai mencapai target yang diharapkan.
Hold Relax merupakan suatu teknik atau metode yang menggunakan kontraksi isometrik yang optimal dan kelompok otot antagonis yang memendek, dilanjutkan relaksasi otot tersebut (prinsip reciproke inhibition). Hold relax terdiri dari pemberian tahanan pada kelompok otot yang mengalami ketegangan. Pada saat fisioterapis mengaplikasikan tahanan terhadap kontraksi pasien maka diharapkan terjadi kontraksi isometrik pada otot yang tegang.
Friction massage adalah salah satu teknik massage dimana dilakukan penekanan yang cepat, menghasilkan efek thermal dan bisa diberikan pada permukaan kulit atau pada lapisan jaringan yang lebih dalam dan bertujuan untuk mengurangi kekakuan otot merusak dan mengatasi perlengketan jaringan parut (scar tissue) dan menyusun ulang serabut otot dan ligamen ke dalam pola yang lebih biofungsional. Friction menghasilkan efek thermal dan bisa diberikan pada permukaan kulit atau pada lapisan jaringan yang lebih dalam dan bertujuan untuk mengurangi kekakuan otot merusak dan mengatasi perlengketan jaringan parut (scar tissue) dan menyusun ulang serabut otot dan ligamen ke dalam pola yang lebih biofungsional.
Luaran wajib dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa :publikasi di koran, atau Prosiding ber ISBN dari seminar nasional atau internasional, atau Jurnal Nasional, atau Modul pengabdian masyarakat. Luaran tambahan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa : Jejaring kerjasama, atau Video pelaksanaan. Solusi untuk mengatasi permasalahan dalam pengabmas ini adalah Evaluasi yang tepat, Pengembangan Materi Pendidikan yang Mudah Dipahami, Pelatihan Keterampilan Gratis. Targetnya Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang teknik hold relax dan friction sebagai metode tanpa obat untuk mengurangi miofascial pain sindrome. Mengurangi tingkat nyeri dan ketidaknyamanan pada masyarakat yang mengalami miofascial pain sindrome melalui penerapan teknik hold relax dan friction dan Meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang mengalami miofascial pain sindrome dengan mengurangi dampak negatif nyeri terhadap aktivitas sehari-hari.
LAPORAN AKHIR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
PROGRAM PENGEMBANGAN DESA MITRA (PPDM) PENERAPAN HOLD RELAX DAN FRICTION TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA MYOFASCIAL PAIN SYNDROME DI KELURAHAN BERUA, KECAMATAN BIRINGKANAYA MAKASSAR
OLEH :
Hj. Hasnia Ahmad, S.Pd.,S.St.Ft.M.Kes / NIP. 196405051988032002
Andi Halimah, S.St.Ft.,M.Adm.Kes/ NIP.196610051991032004
POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR JURUSAN FISIOTERAPI TAHUN 2026
Ditulis oleh : apt. Rusdiaman, Ssi ,M.Di, dosen Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar
