Screenshot 20260828

Sorotkeadilan.id-Makassar-Masyarakat lansia rentan terhadap perubahan pada sistem pernapasan karena proses penuaan yang mengakibatkan penurunan elastisitas jaringan dan otot-otot dada. Hal ini berdampak pada kapasitas paru-paru dan kualitas pernapasan, meningkatkan risiko penyakit seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) atau pneumonia. Dengan meningkatnya usia harapan hidup, prevalensi penyakit degeneratif meningkat, mengubah komposisi demografi penduduk dengan peningkatan jumlah lansia di Indonesia. Pada tahun 2012, Indonesia menempati urutan ketiga di Asia dalam jumlah individu di atas 60 tahun setelah Cina dan India, dan pada 2050 diperkirakan akan ada 100 juta lansia di Indonesia. Hal ini menandai negara ini sebagai negara berkembang dengan struktur demografi yang menua. Proporsi penduduk lansia di Indonesia pada tahun 2010 mencapai sekitar 10%.

Penuaan menyebabkan penurunan kemampuan pengembangan dinding dada, yang bisa dipengaruhi oleh kurangnya aktivitas fisik. Namun, pengembangan thorax dapat ditingkatkan melalui berbagai latihan pernapasan seperti respiratory muscle stretch gymnastic dan latihan pernapasan buteyko. Penelitian juga menunjukkan bahwa senam sehat Indonesia dapat meningkatkan kapasitas vital paru pada lansia dengan meningkatkan respons tubuh terhadap peningkatan otot-otot diafragma.

Teknik latihan napas dalam dan napas dalam yang ditahan ditekankan dalam mengoptimalkan volume paru, redistribusi ventilasi, mempertahankan alveolus tetap mengembang, membantu membersihkan mukus, mobilisasi sangkar thorak, serta meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot pernapasan. Teknik ini juga berguna dalam merangsang system collateral pada saluran napas untuk membuka saluran yang tersumbat oleh mucus.

Breathing exercise dan senam lansia menjadi intervensi non-farmakologis yang efektif dalam meningkatkan kapasitas paru-paru, memperkuat otot pernapasan, dan pengembangan thorax pada lansia. Teknik-teknik ini relatif mudah dilakukan dan dapat disesuaikan dengan kemampuan individu. Mobilisasi chest dengan menggunakan teknik latihan napas segmental costal deep breathing exercise memberikan rangsangan dan penguluran pada otot-otot pernapasan untuk berkontraksi lebih kuat selama inspirasi, sehingga meningkatkan pengembangan sangkar thorak dan volume paru.

Pengabdian masyarakat dengan judul” Penerapan breathing exercise, dan senam lansia terhadap perubahan pengembangan thorax pada lansia.” merupakan tindak lanjut dari penelitian yang berjudul “Pengaruh pemberian breathing exercise dan super inductive system terhadap vital capacity pasien post COVID 19 di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Makassar”. Judul pengabdian masyarakat mengalami penyesuaian dari judul penelitian mengingat pengabdian masyarakat dilakukan di desa binaan yang tidak memiliki peralatan lengkap sebagaimana di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Makassar.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan di Kelurahan Laikang Kota Makassar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan pada Maret sampai September 2025, yang diawali dengan observasi, pemeriksaan pengembangan thorax hingga intervensi breathing exercise dan senam lansia.

Luaran wajib dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa publikasi di media massa, atau prosiding ber ISBN dari seminar nasional, atau jurnal nasional, atau modul pengabdian masyarakat. Sementara luaran tambahan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa: jejaring kerjasama, atau video pelaksanaan.

LAPORAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PROGRAM PENGEMBANGAN DESA MITRA (PPDM)

PENERAPAN BREATHING EXERCISE, DAN SENAM LANSIA TERHADAP PERUBAHAN PENGEMBANGAN THORAX PADA LANSIA

OLEH :

Sitti Muthiah, S.Ft.Physio.,M.Adm.Kes/NIP. 196601271990032003

Andi Halimah, S.St.Ft.,M.Adm.Kes/NIP. 196610051991032004

POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR JURUSAN FISIOTERAPI TAHUN 2026

Ditulis oleh apt. Rusdiaman, SSi.,M.Si. dosen Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar