Sorotkeadilan.id-MAKASSAR — Mahasiswa Program Studi D3 Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar menggelar kegiatan praktikum pengujian dan identifikasi senyawa logam berat yang berlangsung di Laboratorium Kimia Jurusan Farmasi, Kampus Poltekkes Kemenkes Makassar.
Kegiatan akademik ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman teoritis serta mengasah keterampilan praktis mahasiswa dalam menganalisis keberadaan cemaran unsur logam berat—seperti timbal (Pb), merkuri (Hg), dan kadmium (Cd)—yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat jika terkandung dalam produk obat, kosmetik, makanan, maupun minuman.
Dalam praktikum tersebut, para mahasiswa diajarkan tahapan analisis kualitatif dan kuantitatif mulai dari preparasi sampel, reaksi pengendapan warna spesifik, hingga penggunaan instrumen laboratorium sesuai standar operasional prosedur (SOP) keamanan kerja (biosafety).
DR.apt.Hj.Nurisyah, Dosen pengampu mata kuliah Kimia Dasar Farmasi menyampaikan bahwa identifikasi logam berat merupakan salah satu kompetensi krusial bagi calon tenaga vokasi farmasi.
”Kemampuan mengidentifikasi cemaran berbahaya seperti logam berat adalah fondasi penting bagi ahli madya farmasi untuk menjamin mutu, keamanan, dan efikasi produk obat maupun makanan sebelum dikonsumsi masyarakat,” ujar Pak Tajuddin Abdullahp dosen pembimbing praktikum.
Selama praktikum berlangsung, para mahasiswa yang mengenakan jas laboratorium lengkap dan Alat Pelindung Diri (APD) tampak antusias mengamati perubahan reaksi kimia pada sampel pengujian. Kegiatan ini diharapkan dapat melatih ketelitian, kejujuran akademik, serta kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja di industri farmasi, laboratorium pengujian mutu, maupun instansi pengawasan obat dan makanan.
ditulis oleh ; Rusdiaman, instruktur laboratorium kimia Farmasi Poltekkes Makassa
Tajuddin Abdullah Dosen kimia Farmasi Poltekkes Makassa
