*Aco Tang, SST., SKM., M. Kes/ NIDN. 4021128001*

*Virny Dwiya Lestari, S. Ft, M. Fis, Ftr/ NIDN. 4025109101*

*JURUSAN FISIOTERAPI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR*

Sorotkeadilan.id – Makassar, Osteoartritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif yang memengaruhi lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia dan menyebabkan gangguan yang besar. Meskipun degenerasi tulang rawan artikular dianggap sebagai akar penyebab osteoartritis (OA), kondisi ini lebih sering digambarkan sebagai penyakit sendi kronis dan meluas yang dimulai dengan perubahan seluler dan biokimiawi pada jaringan sendi sinovial dan berkembang menjadi kerusakan histologis dan akhirnya kerusakan sendi.

Perubahan struktural pada sendi yang mengakibatkan disfungsi jaringan total. Osteoartritis adalah kondisi degeneratif jangka panjang yang terutama memengaruhi tulang rawan artikular sendi sinovial.

Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan remodeling tulang dan pertumbuhan berlebih (taji) pada pinggiran sendi. Bersamaan dengan efusi sendi, juga terjadi peningkatan penebalan kapsuler dan sinovial.

Gangguan yang berhubungan dengan osteoartritis mengurangi kapasitas seseorang untuk melakukan aktivitas dan kegiatan sehari-hari. Jaringan tulang sendi meningkat pada multiple sclerosis, menekan kapsul sendi dan menyebabkan peradangan dan kelemahan.

Ketika tulang rawan sendi hilang, tulang yang mendasari tulang rawan menjadi lebih tebal. Etiologi OA tidak diketahui, cedera mekanis pada sendi akibat stres mayor atau tekanan minor berulang dan pergerakan cairan sinovial yang buruk saat sendi diimobilisasi merupakan penyebab yang mungkin.


Kerusakan cepat tulang rawan sendi terjadi dengan imobilisasi karena tulang rawan tidak dilumasi oleh cairan sinovial yang bergerak dan dengan demikian kekurangan pasokan nutrisinya.

Meskipun OA tidak diungkapkan secara terbuka di Indonesia, OA termasuk dalam kelompok penyakit sendi yang paling sering terjadi. Di Indonesia, osteoartritis merupakan penyakit sendi yang paling sering terjadi, dengan prevalensi nasional sebesar 7,30%. Namun, di provinsi Sulawesi Selatan, prevalensi osteoartritis adalah 6,39%, lebih rendah dari prevalensi nasional. Prevalensi osteoartritis di Provinsi Sulawesi Selatan ditemukan paling tinggi di Kabupaten Sinjai sebesar 11,65, paling rendah di Kabupaten Sidrap sebesar 1,84, dan Kabupaten Maros sebesar 6,04%, yang mana lebih rendah dibandingkan dengan angka prevalensi di tingkat provinsi dan nasional.

Sebagian besar beban sosial OA berhubungan dengan pinggul dan lutut. Osteoarthritis dapat ditangani dengan berbagai disiplin ilmu, termasuk fisioterapi. Modalitas fisioterapi yang efektif mengatasi nyeri adalah cryotherapy, dan hold relax. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, cryotherapy dan hold relax diterapkan pada penderita osteoarthritis.

Pengabdian masyarakat dengan judul “Penerapan cryotherapy dan hold relax dalam upaya mengurangi nyeri pada penderita osteoarthritis” adalah tindak lanjut dari penelitian dosen dasar unggulan perguruan tinggi dengan judul “Pengaruh cryotherapy terhadap penurunan nyeri akibat osteoarthritis”.

Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Kapasa Raya Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, pada bulan Maret – September 2026.Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta. Intervensi yang diberikan pada penderita osteoarthritis yang mengalami nyeri berupa cryotherapy dan hold relax selama 4 kali intervensi atau sampai kondisinya membaik.

Ditulis Oleh apt. Rusdiaman, S.Si.,M.Si.
Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *