Sorotkeadilan.id – MAKASSAR – Laboratorium Kimia Farmasi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes) Makassar kembali memperkuat kurikulum praktisnya dengan menyelenggarakan pengujian intensif kadar glukosa darah. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan klinis yang presisi, cepat, dan aplikatif, sesuai dengan standar kebutuhan industri kesehatan modern dan pelayanan publik.
Pengujian gula darah merupakan salah satu parameter vital dalam diagnosa medis, terutama untuk deteksi dini dan pemantauan penyakit tidak menular seperti Diabetes Melitus. Di laboratorium ini, mahasiswa tidak hanya diajarkan teori dasar biokimia, tetapi juga ditekankan pada penguasaan metode Point of Care Testing (POCT) dan metode fotometri enzimatis yang menjadi standar operasional di rumah sakit serta laboratorium klinik profesional.
Urgensi Pemeriksaan Glukosa di Era Modern. Meningkatnya prevalensi penyakit metabolik di Indonesia menuntut tenaga kesehatan, khususnya calon ahli farmasi dan analis, untuk memiliki ketangkasan dalam melakukan skrining kesehatan. Dosen pembimbing praktikum Dr.apt. Hj. Nurisya, MSi., di Poltekkes Makassar menekankan bahwa pemahaman mengenai mekanisme kimia di balik perubahan warna atau sinyal elektrik pada alat penguji adalah kunci profesionalisme.
“Mahasiswa harus paham mengapa tetesan darah pertama harus dihapus dan bagaimana prinsip enzimatis bekerja. Hal ini penting agar hasil yang diberikan kepada pasien nantinya valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara klinis,” ujar salah satu instruktur laboratorium Rusdiaman.
Metode yang paling banyak dipraktikkan oleh mahasiswa adalah penggunaan Glukometer digital atau POCT. Keunggulan metode ini terletak pada kepraktisannya: hanya membutuhkan sampel darah kapiler dalam jumlah sedikit dan hasil dapat diketahui dalam hitungan detik. Bagi mahasiswa, praktikum ini melatih koordinasi tangan, ketenangan saat berinteraksi dengan pasien, serta ketelitian dalam menangani sampel infeksius.
Integrasi Teori Kimia dan Praktik Klinis. Selain metode praktis POCT, Laboratorium Kimia Farmasi Poltekkes Makassar juga mendalami metode GOD-PAP (Glucose Oxidase-Peroxidase Aminoantipyrene). Metode ini dianggap sebagai gold standard dalam pembelajaran kimia farmasi karena melibatkan reaksi biokimia yang kompleks dan sangat akurat.
Dalam metode ini, mahasiswa mempelajari bagaimana enzim Glucose Oxidase (GOD) mengkatalisis oksidasi glukosa menjadi asam glukonat dan hidrogen peroksida(H2O2). Proses kemudian dilanjutkan dengan reaksi antara hidrogen peroksida dengan senyawa 4-aminofenazon dan fenol yang dibantu oleh enzim Peroxidase (POD), hingga membentuk senyawa Quinoneimine yang berwarna merah muda.
Intensitas warna yang terbentuk kemudian diukur menggunakan alat Spektrofotometer pada panjang gelombang 500-546 nm. Melalui metode ini, mahasiswa belajar mengenai pentingnya akurasi pemipetan reagen, masa inkubasi yang tepat, serta kalibrasi alat—aspek-aspek fundamental dalam manajemen mutu laboratorium.
Standar Keselamatan dan Etika Profesional. Aspek yang tidak kalah penting dalam kegiatan di Poltekkes Kemenkes Makassar ini adalah penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Setiap mahasiswa diwajibkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, mulai dari jas laboratorium, masker, hingga sarung tangan latex (handscoon).
Penanganan limbah medis seperti lancet (jarum penusuk) juga menjadi perhatian serius. Mahasiswa diajarkan untuk segera membuang limbah tajam ke dalam safety box khusus guna mencegah risiko kecelakaan laboratorium atau penularan penyakit melalui darah (bloodborne pathogens).
Harapan Masa Depan. Dengan adanya pelatihan yang berkesinambungan dan fasilitas laboratorium yang memadai, Poltekkes Kemenkes Makassar terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga terampil secara teknis. Praktikum ini ditutup dengan sesi evaluasi interpretasi hasil, di mana mahasiswa belajar membedakan kategori kadar gula darah normal, pre-diabetes, hingga diabetes berdasarkan standar World Health Organization (WHO).
Diharapkan, melalui pengalaman langsung di Laboratorium Kimia Farmasi ini, para mahasiswa dapat menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat yang mampu memberikan edukasi sekaligus hasil diagnosa yang akurat demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Ditulis oleh : apt. Rusdiaman, SSi., MSi. Dosen Poltekkes Prodi Farmasi Makassar.
Dr.apt. Hj. Nurisya, MSi. Dosen Poltekkes Prodi Farmasi Makassar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *