Sorotkeadilan.id – Jakarta, 4 Mei 2026 Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta melalui Badan Kajian dan Aksi Strategis menggelar aksi demonstrasi bersama aliansi mahasiswa jakarta lainnya dalam momentum Hari Pendidikan Nasional, Aksi demonstrasi ini diadakan di sekitaran Patung Kuda Istana Negara dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai universitas lainnya.
Aksi Hardiknas ini merupakan bentuk dari keresahan seluruh mahasiswa yg tergabung dalam aliansi Mahasiswa Jakarta terhadap pendidikan indonesia saat ini dan segala bentuk permasalahannya serta dalam hal ini mengambil tajuk Meinyelamatkan Indonesia.
Dalam Aksi Demonstrasi ini digelar dengan tertib tanpa ada yang anarkis mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jakarta berangkat bersama dan konvoi dari fatmawati menuju Patung Kuda Istana Negara dalam perjalanan konvoi nya mahasiswa bernyanyi bersama serta diiringi dengan lagu-lagu aktivisnya dan juga turut mengkritisi berbagai kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat khususnya dunia pendidikan dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi Demonstrasi yang bertajuk Meinyelamatkan Pendidikan Indonesia Mahasiswa menuntut terhadap Pemerintahan Indonesia Untuk :
- Kaji ulang wacana penghapusan program studi. Pendidikan tidak diciptakan untuk semata-mata menjawab kebutuhan pasar.
- Evaluasi total terhadap alokasi 20% anggaran pendidikan agar tepat guna dan berpihak pada rakyat.
- Wujudkan pendidikan yang ilmiah, gratis, dan demokratis.
- Evaluasi dan tetapkan kurikulum pendidikan yang demokratis dengan partisipasi bermakna dari tenaga pendidik dan mahasiswa, khususnya dalam perumusan RUU Sisdiknas.
- Evaluasi total program MBG, copot Kepala BGN, serta tutup seluruh SPPG yang bermasalah.
- Wujudkan lingkungan pendidikan yang aman dari segala bentuk kekerasan.
Selain Itu dalam tuntutannya Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jakarta memohon kepada aparat untuk menghadirkan salah satu dari pemerintah untuk bertemu menemui massa aksi dan berdialog serta merespon tuntutan yang disuarakan namun dalam aksi ini belum ada salah satu dari Pemerintah yg bertemu dan merespon sampai aksi selesai.
(Dika)
