Sorotkeadilan.id – MAKASSAR – Mahasiswa Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar melakukan serangkaian analisis mendalam terhadap aktivitas enzim saliva (air liur) manusia guna memahami lebih jauh mekanisme pemecahan zat gizi pada tahap awal pencernaan. Praktikum yang dilaksanakan di Laboratorium Kimia Analisis ini menjadi bagian penting dalam kurikulum farmasi untuk membedah bagaimana tubuh berinteraksi dengan senyawa kimia organik.
Dalam analisis tersebut, para mahasiswa menguji peran vital enzim Amilase Saliva (Ptialin) dalam menghidrolisis pati atau amilum menjadi senyawa gula yang lebih sederhana seperti maltosa.
Menguji Batasan Enzim. Penelitian laboratorium ini tidak hanya membuktikan adanya aktivitas enzim, tetapi juga menguji parameter lingkungan yang memengaruhi efektivitasnya. Mahasiswa melakukan simulasi terhadap berbagai kondisi pH dan suhu untuk merepresentasikan keadaan fisiologis manusia yang sesungguhnya. Diungkapkan oleh Dosen Kimia Dr. Apt. H. Nurisya, M.Si.
“Kami mengamati bagaimana enzim saliva kehilangan fungsinya saat berada di lingkungan dengan tingkat keasaman (pH) ekstrem, seperti yang ditemukan di lambung. Hal ini penting bagi calon farmasis untuk memahami mengapa beberapa sediaan obat didesain untuk hancur di mulut, sementara yang lain harus terlindungi hingga ke usus,” ujar Nadila Anastasia.
Metode Uji Standar Farmasi. Dengan menggunakan metode Uji Iodium dan Uji Benedict, para mahasiswa memvalidasi proses konversi karbohidrat secara visual. Hasil positif ditandai dengan perubahan warna larutan yang menunjukkan bahwa amilum telah berhasil dipecah menjadi gula pereduksi.
Relevansi dalam Dunia Kefarmasian. Kepala Laboratorium Kimia Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar Tajuddin Abdullah, ST., M.Kes. menekankan bahwa pemahaman mengenai bioenzim sangat berkaitan dengan kompetensi mahasiswa dalam merancang formulasi obat. “Saliva bukan sekadar cairan biasa; ia adalah pertahanan dan pengolah pertama dalam sistem pencernaan. Dengan memahami profil enzimatisnya, mahasiswa kami dapat mengembangkan sistem penghantaran obat (drug delivery system) yang lebih efektif, terutama untuk obat-obat yang diserap melalui mukosa mulut,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus mendorong semangat riset mahasiswa dalam mengeksplorasi biokimia manusia, yang nantinya akan diaplikasikan dalam pelayanan kefarmasian yang lebih presisi bagi masyarakat.
Penulis :
apt. Rusdiaman, SSi.,M.Si. Dosen Poltekkes Kemenkes Makassar Porodi farmasi.
Dr. apt. H. Nurisya. M.Si. Dosen Poltekkes Kemenkes Makassar Porodi farmasi.
Tajuddin Abdullah, ST.,M.Kes. Dosen Poltekkes Kemenkes Makassar Porodi farmasi.
