Sorotkeadilan.id – Jakarta, Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional dan Hari Kebaya Nasional 2026, Yayasan Sedulur Bunda Milenial menghadirkan ratusan perwakilan peserta Workshop Eco Enzyme yang sebelumnya berhasil mencetak Rekor MURI untuk kategori “Pembuatan Eco Enzyme Terbanyak oleh Perempuan dan Pelajar Berkebaya” pada 18 Juni 2026.
Momentum ini menjadi bentuk penghargaan atas semangat gotong royong ribuan perempuan dan pelajar yang berhasil mengubah sampah organik menjadi Eco Enzyme sekaligus menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan aksi nyata menjaga lingkungan.
“Sebagai bentuk apresiasi, kami secara khusus memberikan Sertifikat Terima Kasih kepada para peserta dan perwakilan atas pencapaian Rekor MURI yang merupakan hasil kerja sama yang sangat baik dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Sisca Rumondor, Ketua Umum Bunda Milenial sekaligus inisiator gerakan.
Hari Kebaya Nasional diperingati setiap 24 Juli, dan tahun 2026 merupakan peringatan yang ketiga sejak ditetapkan sebagai Hari Kebaya Nasional. Perayaan yang berlangsung di The Hall, Lantai 8, Senayan City, Jakarta berlangsung meriah dengan dihadiri perempuan lintas generasi yang mengenakan kebaya sebagai simbol identitas, kebanggaan, dan warisan budaya Indonesia.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan penyanyi muda berbakat Putri Ariani yang membawakan lagu-lagu inspiratif. Berbagai kolaborasi budaya turut ditampilkan, termasuk permainan tradisional seperti congklak yang dimainkan anak-anak dengan mengenakan kebaya, memperlihatkan bahwa nilai-nilai budaya dapat diwariskan sejak usia dini melalui cara yang menyenangkan.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 43 perwakilan sekolah dan 36 perwakilan kecamatan yang menjadi peserta Workshop Eco Enzyme, juga pendukung kegiatan lainnya, menerima Sertifikat Terima Kasih dari Bunda Milenial, sekaligus mendampingi penampilan Piagam Rekor MURI sebagai simbol keberhasilan gerakan bersama dalam pelestarian lingkungan dan budaya.
Melalui kegiatan ini, Bunda Milenial berharap semangat berkebaya tidak hanya hadir dalam peringatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda Indonesia.
«”Terus lestarikan dan wariskan kebaya kepada generasi muda dengan berbagai cara. Kebaya bukan hanya busana, tetapi juga identitas bangsa yang harus terus hidup berdampingan dengan kepedulian terhadap lingkungan,” tutup Sisca Rumondor kepada awak media.»
Tentang Bunda Milenial
Yayasan Sedulur Bunda Milenial merupakan organisasi yang bergerak di bidang sosial, budaya, dan lingkungan. Melalui berbagai program kolaboratif, Bunda Milenial terus mendorong peran perempuan dan generasi muda sebagai agen perubahan dalam pelestarian budaya sekaligus menjaga kelestarian lingkungan Indonesia.
(Dandy)
