Sorotkeadilan.id – Jakarta, Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia, cahaya bagi perjalanan hidup, dan sumber rahmat bagi orang-orang beriman. Dalam sebuah ayat, Allah berfirman:

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 2)

Memuliakan Al-Qur’an berarti memuliakan sumber hidayah terbesar dalam kehidupan ini. Tidak hanya dengan membaca dan menghafalkannya, tetapi juga dengan mendukung penyebarannya kepada sesama. Salah satu bentuk amal mulia tersebut adalah infaq Al-Qur’an — membelikan, mencetak, atau membagikan mushaf Al-Qur’an kepada mereka yang membutuhkan.

Infaq Al-Qur’an: Sedekah Jariyah yang Tak Pernah Putus

Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim )

Infaq Al-Qur’an mencakup dua dari tiga amalan yang tidak terputus itu: sedekah jariyah dan ilmu yang bermanfaat. Mushaf Al-Qur’an yang diinfakkan akan terus dibaca, dipelajari, diajarkan, dan diwariskan. Selama mushaf itu digunakan untuk membaca atau mengajarkan ilmu, pahala bagi orang yang berinfaq akan terus mengalir, bahkan setelah ia meninggal dunia.

Betapa luar biasanya, satu mushaf kecil yang disumbangkan bisa menjadi sumber pahala yang tidak pernah terputus!

Setiap Huruf Bernilai Besar

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan keutamaan membaca Al-Qur’an dalam sabdanya:

“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.”
(HR. At-Tirmidzi )

Artinya, setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca dari mushaf hasil infaq kita, akan menjadi sepuluh kebaikan yang berlipat ganda. Jika mushaf itu dibaca berkali-kali oleh banyak orang, bayangkan berapa banyak pahala yang mengalir kepada sang pemberi infaq.

Lebih dari itu, infaq Al-Qur’an juga menjadi sumber penerang di alam kubur. Sedekah yang ikhlas, apalagi dalam bentuk penyebaran kalam Ilahi, akan menjadi cahaya yang menyinari perjalanan seorang hamba menuju kehidupan akhirat.

Cara Nyata untuk Berinfaq Al-Qur’an

Berbagai cara bisa dilakukan untuk berkontribusi dalam infaq Al-Qur’an:

Menyumbangkan mushaf Al-Qur’an ke masjid, sekolah, pesantren, atau daerah terpencil.

Mendukung program-program wakaf Al-Qur’an yang mencetak dan menyebarkan mushaf gratis.

Membantu penerjemahan Al-Qur’an ke berbagai bahasa lokal.

Menghadiahkan mushaf Al-Qur’an kepada mualaf atau komunitas yang baru mengenal Islam.

Langkah kecil ini dapat membuka pintu pahala besar, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi generasi yang akan datang.

Kesimpulan: Jangan Lewatkan Peluang Amal Ini

Di tengah berbagai peluang amal yang Allah bentangkan, infaq Al-Qur’an menjadi salah satu jalan termudah untuk mengukir amal jariyah. Harta yang dikeluarkan untuk mencetak dan menyebarkan mushaf Al-Qur’an akan berubah menjadi kebaikan yang terus mengalir tanpa henti.

Mari berlomba-lomba dalam kebaikan. Jangan biarkan kesempatan menanam amal abadi ini berlalu begitu saja. Infaqkan sebagian rezeki kita untuk mendukung syiar Al-Qur’an, dan jadilah bagian dari kafilah agung penyebar cahaya di muka bumi.

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”
(QS. Al-Baqarah: 195)

(BOF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *