Sorotkeadilan.id – MAKASSAR , Mahasiswa Jurusan Farmasi
Poltekkes Kemenkes Makassar melakukan serangkaian praktikum intensif mengenai analisis karbohidrat. Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum inti mata kuliah Biokimia dan Analisis Makanan, yang bertujuan untuk membekali calon tenaga teknis kefarmasian dengan kemampuan identifikasi zat gizi secara akurat.

Bertempat di Laboratorium Kimia Farmasi, para mahasiswa menguji berbagai sampel pangan lokal dan sediaan farmasi untuk menentukan kandungan sakarida di dalamnya.
Metode Pengujian yang Digunakan. Dalam sesi tersebut, mahasiswa menerapkan beberapa metode identifikasi kualitatif yang menjadi standar industri farmasi dan pangan, di antaranya: Uji Molisch – Sebagai uji umum untuk mendeteksi keberadaan karbohidrat dalam sampel. Uji Benedict & Fehling-Untuk mengidentifikasi adanya gula pereduksi (seperti glukosa dan fruktosa). Uji Iodium-Digunakan khusus untuk mendeteksi polisakarida seperti amilum atau pati. Uji Seliwanoff-Untuk membedakan antara gula kelompok ketosa dan aldosa.

Relevansi dalam Dunia Farmasi. “Dosen pembimbing praktikum Rusdiaman”, menyatakan bahwa pemahaman mendalam mengenai struktur karbohidrat sangat krusial. Karbohidrat bukan sekadar sumber energi, tetapi dalam dunia farmasi, zat ini sering digunakan sebagai: a. Zat Eksipien – Bahan pengisi atau pengikat dalam pembuatan tablet. b. Pemanis Alami – Digunakan dalam sediaan sirup atau chewable tablet. c. Stabilisator – Menjaga konsistensi suspensi atau emulsi.
“Mahasiswa dituntut tidak hanya sekadar melihat perubahan warna pada tabung reaksi, tetapi mampu menjelaskan reaksi kimia yang terjadi secara teoritis. Ketelitian dalam analisis ini adalah cermin dari profesionalisme mereka di masa depan,” ujar Ira instruktur laboratorium.

Fokus pada Pengembangan SDM. Kegiatan ini menegaskan komitmen Poltekkes Kemenkes Makassar dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja. Dengan fasilitas laboratorium yang memadai, mahasiswa diharapkan mampu melakukan pengawasan mutu (quality control) terhadap produk obat maupun makanan yang beredar di masyarakat.

Melalui praktikum ini, diharapkan mahasiswa farmasi dapat memberikan kontribusi nyata dalam memastikan keamanan dan ketepatan informasi gizi pada produk-produk kesehatan, sejalan dengan visi transformasi kesehatan yang dicanangkan Kementerian Kesehatan.

Penulis: apt. Rusdiaman, SSi.,M.Si. Dosen Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar.
Dr.apt. Hj. Nurisya, MSi. Dosen Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar
Tajuddin Abdullah, ST.,M.Kes. Dosen Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *