Sorotkeadilan.id-Makassar, Di balik gegap gempita perayaan Hari Motor Sedunia (World Motorcycle Day) yang diperingati setiap tanggal 21 Juni, sepeda roda dua terbukti bukan sekadar hobi atau gaya hidup. Di berbagai belahan daerah terpencil Indonesia, sepeda motor melakoni peran krusial sebagai “urat nadi” yang menjaga kelancaran angkutan logistik, mobilitas warga, dan layanan kesehatan.
Saat infrastruktur jalan belum sepenuhnya memadai untuk kendaraan roda empat, motor modifikasi hingga ojek pedalaman menjadi pahlawan tanpa tanda jasa.
Menembus Batas Medan Ekstrem
Di wilayah seperti pedalaman Papua, pegunungan di Sulawesi, hingga pelosok Kalimantan, akses transportasi sering kali terputus oleh hutan lebat, jembatan gantung yang sempit, atau jalan tanah yang berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan.
Dalam kondisi ekstrem ini, kendaraan roda empat praktis lumpuh. Di sinilah sepeda motor mengambil alih peran penting.
“Kalau tidak ada motor, pasokan sembako dan obat-obatan bisa tertahan berminggu-minggu di kota kecamatan. Motor-motor di sini sudah dimodifikasi khusus—pakai rantai di ban atau sokbreker tinggi—supaya bisa tembus jalur lumpur,” ujar jaya (38), salah seorang pengendara ojek logistik di kawasan pedalaman.
Dampak Nyata bagi Masyarakat Pelosok
Keberadaan angkutan roda dua di daerah terpencil memberikan dampak langsung pada tiga sektor utama: Akses Kesehatan: Menjadi ambulans darurat untuk mengevakuasi warga yang sakit atau melahirkan menuju Puskesmas terdekat. B. Pendidikan: Membantu para guru honorer menjangkau sekolah-sekolah di garis batas, serta mengantar anak-anak melintasi jalur curam. C. Ekonomi Lokal: Mempercepat distribusi hasil tani (seperti kopi, cengkeh, dan sayuran) ke pasar terdekat sebelum membusuk.
Tantangan Tingginya Biaya Operasional. Meski menjadi solusi andalan, kelancaran angkutan motor di daerah terpencil masih dibayangi tantangan besar. Beberapa masalah utama yang dihadapi di lapangan antara lain: Harga BBM Mahal Di wilayah tertentu, harga bensin eceran bisa melonjak dua hingga tiga kali lipat dari harga normal. Risiko Keselamatan, Medan yang curam dan licin meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pengendara. Suku Cadang Langka, Jika motor rusak, proses mendapatkan spare part membutuhkan waktu berhari-hari.
Momentum untuk Berbenah. Peringatan Hari Motor Sedunia tahun ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah dan pihak terkait untuk memberikan perhatian lebih kepada para pengendara di garda terdepan ini.
Pembangunan infrastruktur jalan desa yang layak, penyetaraan harga BBM hingga ke pelosok (One Price Policy), serta penyediaan fasilitas keselamatan berkendara menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan. Sebab, selama aspal belum menyentuh seluruh sudut negeri, deru mesin sepeda motor akan tetap menjadi satu-satunya harapan bagi kelancaran hidup masyarakat di daerah terpencil.
Kisah dari Lapangan: Bertaruh Nyawa demi Literasi dan Medis. Perjuangan nyata di atas roda dua salah satunya dilakoni oleh Ilham (42), seorang relawan literasi sekaligus pengantar obat di kawasan perbukitan terpencil. Baginya, Hari Motor Sedunia bukan sekadar perayaan, melainkan refleksi atas dedikasi tanpa batas.
Dengan motor bebek tua yang telah dimodifikasi, setiap minggu ia harus menyeberangi sungai tanpa jembatan demi mengantarkan buku bacaan dan vitamin untuk anak-anak suku dalam.
“Bagi orang kota, motor mungkin alat untuk menghindari macet. Tapi bagi kami di sini, motor adalah penyambung nyawa. Terlambat datang karena motor mogok bisa berarti anak-anak kehilangan kesempatan belajar, atau pasien terlambat mendapat obat,” tutur Ilham emosional.
Catatan Pengamat: Perlunya Standardisasi Keselamatan Roda Dua Pedalaman. Menanggapi fenomena ini, pengamat transportasi publik, Dr. Irwan Setiawan, menilai bahwa pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap fakta bahwa sepeda motor adalah tulang punggung transportasi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurutnya, ada beberapa langkah strategis yang perlu diambil: a. Apresiasi dan Legalitas: Memberikan ruang dan dukungan regulasi bagi komunitas ojek atau angkutan motor lokal yang bergerak di bidang sosial-logistik. b. Subsidi Khusus Pelosok: Memastikan ketersediaan BBM bersubsidi tepat sasaran di stasiun pengisian bahan bakar kompak di wilayah terpencil agar biaya angkut tidak mencekik warga. c. Pelatihan Safety Riding Khusus Medan Ekstrem: Mengingat medan yang dihadapi sangat berbahaya, diperlukan pembekalan teknis berkendara yang aman dari pihak terkait.
Harapan di Atas Dua Roda. Pada akhirnya, Hari Motor Sedunia tahun ini menjadi pengingat penting bahwa sebuah kendaraan roda dua yang sederhana mampu memikul tanggung jawab besar yang belum bisa diselesaikan oleh infrastruktur negara.
Deru mesin motor di jalan-jalan setapak berlumpur adalah simbol ketangguhan dan harapan. Sembari menunggu konektivitas aspal menyeluruh merata di seluruh pelosok Nusantara, dedikasi para penunggang roda dua ini akan terus melaju—menembus isolasi, merajut keadilan sosial, dan memastikan urat nadi kehidupan di daerah terpencil tidak pernah berhenti berdenyut.
Ditulis Oleh : apt. Rusdiaman, S.Si.,M.Si. Dosen Jurusan Farmasi Poletekkes Kemenkes Makassar
